Selembar Tentang Penyiaran

Banyak orang bertanya: "3 jam siaran gak capek apa? Ngomong terus"

Hahaha, jadi gini pemirsa.. 3 jam itu, 20 % ngomong, 50% muterin lagu dan iklan, 10% makan dan main medsos, 20% nyanyi-nyanyi. Kira-kira capek gak kalo begitu? Hihi dan saya sudah melakukannya sejak tahun 2018.

***

4 tahun bukan waktu yang sebentar, saya punya banyak kisah, cerita, value serta hal-hal baik yang beriringan selama waktu tersebut. 

Duduk di kursi, berhadapan dengan mic, mixer dan komputer membuat saya menjelajahi manusia lain, cerita mereka, pengalaman mereka, sehingga mendapat insight baru tentang sesuatu. Pengalaman mewawancarai oranglain yang berasal dari profesi berbeda, berbicara tentang musik, bisnis, kesehatan, strategi, harapan, dan bahkan obrolan pemanis seperti 'apa kabar? atau sudah pernah datang ke Purwakarta sebelumnya?' menjadi begitu mengesankan dan mengantarkan pada perbincangan lainnya.

Selama 4 tahun ini juga tidak lepas dari rasa canggung dan khawatir ketika harus menemui orang baru, terkadang saya sudah overthinking pada malam sebelumnya, mempertanyakan apakah orang yang akan saya temui esok bisa menyenangkan? Bisa nyaman dengan saya tidak? Apakah obrolan kita nanti akan cukup berguna buat dia? Dan itu membuat saya berusaha keras mereview apa yang sudah saya lalui, melihat tayangan ulangnya, membaca artikel yang sesuai, melihat beberapa contoh wawancara dengan tamu yang bersangkutan, dsb. 

Sejujurnya, meski saya tidak sebaik dan tidak se-berhasil orang lain, namun sejauh ini saya sudah melewati banyak hal yang menempa saya dan membuat saya merasa bahwa masih ada banyak pe-er yang harus diselesaikan, sesimpel bagaimana saya harus tersenyum pada orang baru, menyambutnya, dan berbicara tentang bisnis yang dijalankan oleh perusahaan, bagaimana kami menawarkan program atau bahkan promosi iklan, sungguh saya berguru pada banyak tontonan dan obrolan.

Jika diingat lagi, ternyata saya sudah berjalan sejauh ini ya, meskipun hasil yang saya dapat tidak akan cukup menarik dimata orang lain, namun setidaknya membuat saya bersyukur bahwa saya tidak pernah mundur. 

Terimakasih banyak diri sendiri, serta semua hal baik dan buruk yang beriringan.


Purwakarta, 13 Januari 2022

Komentar