Pinter atau Open Minded?

Beberapa waktu lalu temanku bilang: "gue tuh suka banget sama cowok pinter, enak aja diajak ngobrol, selalu nyambung sampe waktu tuh gak kerasa."

Saya dulu berfikir begitu juga.

Tapi, semua terpatahkan dengan sebuah perjalanan yang mengantarkan saya pada pemahaman bahwa pinter doang gak cukup kalau gak cakap, hehe. Yang open minded lebih menarik gak sih? Karena dari banyak kasus, ada yang pinter tapi tidak bisa terbuka dengan pendapat orang lain, kebenaran jadi miliknya sendiri, dan yang terparah adalah suka menyalahkan orang lain. Wkwkk. 

Tetapi, ada yang pengetahuannya sederhana saja, bukan gak tau-tau banget, pinter-pinter banget juga enggak, ya dia terbuka terhadap pemikiran orang lain dan menerima nya. Kebenaran dilihat dari sudut pandang masing-masing. Yang begini yang enak, ngobrol apa aja hayu, nyambung. Dan gak ada pikiran menyalahkan kita dengan statemen: sok  bgt sih ngomongin (misal) politik, sosial atau yang lainnya. 

Tapi ya beruntung kalau ketemu yang pinter dan open minded, double kill. 😆

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Bahagia

Sebuah Catatan, Maret 2022