Pernah Tolol.

Ada masa dimana saya menyerahkan kepercayaan saya pada orang lain dengan alasan selama ada laki-laki kenapa harus perempuan yang memimpin -- dalam konteks apapun. Ini adalah hal konyol yang pernah saya yakini. Mengapa tidak? Saya seolah tidak menaruh kepercayaan pada banyak perempuan dengan kualitas kepemimpinan yang membangun, saya seolah menghianati banyak perempuan yang bergelut di bidangnya masing-masing, dan seolah saya menyingkirkan perempuan pada banyak kesempatan yang menghampiri di semua lini kehidupan.

Pelan sekali, namun nyata. Sebuah kesempatan yang saya ambil dan menukarnya dengan apa yang orang yakini sebagai kebahagiaan saya saat itu, akhirnya pikiran terbuka, kekonyolan mulai memudar dan berganti dengan banyak hal baru. 

Berawal dari keresahan yang satu dan keresahan lain yang kemudian menggunung, akhirnya bumi turut mengamini dan menarik saya pada banyak pertemuan dengan orang-orang diluar ekspektasi, dengan corak berfikir yang berbeda dari lingkungan saya sebelumnya, dan terlebih dengan apa yang saya pikir sebagai sebuah kebenaran saat itu, sesuatu yang saya syukuri hingga akhir. Alhamdulillah 'ala kulli hal...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pinter atau Open Minded?

Memilih Bahagia

Sebuah Catatan, Maret 2022