Rutinitas.
Saya tidak bisa menerjemahkan perasaan saya sendiri, ada ketakutan, kekhawatiran, perasaan marah dan bersalah yang campur aduk tanpa saya fahami apa penyebabnya. Meski saya tahu, kemungkinan besar saya memang tak ingin mengakuinya dan berusaha untuk mangkir darinya.
Saya tahu betapa lemahnya saya, saya tak berdaya oleh apa yang saya rasakan sendiri. Dari semua pekerjaan dan kegiatan, cara kerja perasaan dan fikiran adalah hal yang paling tak bisa saya fahami. Saya benar-benar tak mengenali diri saya sendiri, saya sebodoh itu ternyata. Dan baru sadar, hehe.
Kata orang kita butuh teman bercerita untuk meluapkan semuanya. Perasaan-perasaan itu akan lenyap dengan sejuta kosakata yang keluar dari mulut. Namun nyatanya, saya membutuhkan lebih dari itu, lebih dari sekedar teman bercerita. Tapi saya tidak tahu saya butuh apa dan bagaimana. Saya bodoh betulan.
Lelah rasanya, mengulang perasaan yang sama, berulang-ulang dan berakhir lalu timbul lagi. Seperti sakit yang telah sembuh tapi ada masanya ia kambuh. Normalkah?
Terasa tak biasa, padahal semua sudah biasa. Terasa baru pertama padahal sudah sering dan hanya terjeda. Terasa lemah tak berdaya padahal pernah berhasil keluar dan menguat kembali. Saya seperti sedang membodohi diri sendiri. Ironi.
Komentar
Posting Komentar